Puskesmas Harapan Baru Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan
UPTD Puskesmas Harapan Baru melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan sebagai upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Harapan Baru dengan menghadirkan unsur lintas sektor, kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Lokakarya mini lintas sektor menjadi forum penting untuk menyampaikan perkembangan program kesehatan, mengevaluasi capaian pelayanan, membahas kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyusun langkah tindak lanjut bersama. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Harapan Baru berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
Agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan capaian Standar Pelayanan Minimal atau SPM bidang kesehatan Triwulan I tahun 2026. Pemaparan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai hasil pelaksanaan pelayanan dasar kesehatan yang telah dicapai selama tiga bulan pertama. Dari hasil evaluasi ini, puskesmas bersama lintas sektor dapat melihat indikator yang sudah berjalan baik serta indikator yang masih memerlukan dukungan dan penguatan bersama.
Selain itu, Puskesmas Harapan Baru juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan program Triwulan II tahun 2026. Rencana ini disusun berdasarkan hasil evaluasi capaian Triwulan I, kebutuhan sasaran di lapangan, serta prioritas program kesehatan masyarakat. Beberapa fokus kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan cakupan Posyandu ILP, skrining kesehatan usia produktif dan lansia, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, imunisasi, edukasi kesehatan masyarakat,.
Agenda berikutnya adalah sinkronisasi data sasaran. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan data sasaran program kesehatan lebih akurat, valid, dan sesuai dengan kondisi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Harapan Baru. Sinkronisasi data dilakukan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan program, terutama bagi kelompok sasaran seperti ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, lansia, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Puskesmas Harapan Baru juga melaksanakan sosialisasi layanan fisioterapi kepada peserta lokakarya. Layanan fisioterapi merupakan salah satu bentuk pengembangan pelayanan kesehatan di puskesmas yang bertujuan membantu masyarakat dengan keluhan gangguan gerak, nyeri otot dan sendi, pemulihan pasca cedera, kelemahan otot, serta kebutuhan rehabilitasi sederhana. Melalui sosialisasi ini, lintas sektor dan kader kesehatan diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat agar layanan fisioterapi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kepala UPTD Puskesmas Harapan Baru menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh puskesmas saja, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pihak. Peran kelurahan, kader, tokoh masyarakat, dan lintas sektor sangat penting dalam membantu pendataan sasaran, menggerakkan masyarakat, menyampaikan informasi kesehatan, serta meningkatkan partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan kesehatan.
Melalui kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, Puskesmas Harapan Baru berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor semakin kuat. Dengan dukungan semua pihak, pelaksanaan program kesehatan Triwulan II tahun 2026 diharapkan dapat berjalan lebih optimal, capaian SPM meningkat, data sasaran semakin akurat, dan masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang bermutu di Puskesmas Harapan Baru.
Harapan Baru, 13 Mei 2026